Skip links

FBS UNIMED Gelar Sosialisasi Optimalisasi Sistem Informasi Akademik (DEVAKAD)

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Sistem Informasi Akademik (Devakad) di ruang Aula lantai 3 Gedung Dekanat FBS (09/05/2023). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberitahukan kepada dosen-dosen mengenai pembaharuan pada fitur-fitur terbaru serta juga untuk meminta masukan dari pada dosen untuk pengembangan lebih lanjut terhadap sistem ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh wakil dekan FBS, kajur, kaprodi, task force dan dosen di lingkungan FBS. Sosialisasi menghadirkan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Yan Azhari, M.Pd., Staf Ahli Wakil Rektor I Dr. Fajar Apollo Sinaga, S.Si., M.Si., Apt., dan Admin Pusat/Programmer Devakad Ryan Ananda Nolly, S.Kom. sebagai narasumber.

Ketika membuka acara Dekan FBS Dr. Abdurahman Adisaputera, M.Hum. berkata bahwa kegiatan ini digelar agar para kajur, kaprodi, task force yang hadir pada kegiatan ini nantinya dapat membantu mensosialisasikan fitur-fitur terbaru pada devakad kepada dosen-dosen di prodinya, “Dengan sosialisasi ini juga diharap kita memberikan masukan dalam pengembangan sistem informasi akademik (devakad) ini sehingga nantinya memudahkan kita dalam mengontrol history mahasiswa selama mengikuti studi, sampai mahasiswa tersebut selesai studi atau sampai meja hijau dan mendaftar wisuda. Kegiatan ini sangat penting untuk kita ikuti karena dengan devakad ini semua kegiatan akademik akan diakamodir. Jadi saya berharap kepada bapak/ibu kajur, task force, GPM, untuk mengikuti kegitan ini dengan sungguh-sungguh dan jika perlu berdiskusi dengan Pak Yan Azhari dan Ryan yang telah hadirkan sebagai narasumber disini agar kedepannya pembangunan aplikasi devakad dapat sesuai dengan harapan kita,” ujar Dekan FBS.

Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Yan Azhari, M.Pd. menyampaikan bahwa pembangunan akad baru didasari untuk memudahkan dosen dalam aktifitas akademik dan juga untuk menyelesaikan masalah dalam penomoran ijazah nasional untuk itulah dibangun sistem yang terintegrasi di akad yang baru ini. “pada acara ini kami minta bapak/ibu kajur, task force, gpm, untuk memberikan masukan dalam membangun akad agar seluruh data yang ada di prodi dapat masuk ke dalam sistem sehingga prodi dapat berbasis digital. Pengembangan akad ini diharap dapat memudahkan prodi ketika melakukan akreditasi karena seluruh data telah tersedia disitu tidak hanya itu tetapi juga memudahkan dosen dalam mengendalikan mahasiswa ketika mereka mengambil bimbingan. Dengan akad seluruh data akan ditampilkan secara realtime jadi tidak ada lagi ketimpangan data,” terang Yan Azhari. (Humas Unimed/zr)