Dosen Unimed Kerjasama dengan Tim Riset BRIN, Dosen PT di Sumut Ungkap Sejarah dan Budaya Lisan di PALAS & PALUTA
Eksplorasi terhadap sejarah lisan tersembunyi di Tapanuli bagian selatan memasuki fase baru melalui ekspedisi besar yang dipimpin oleh Dr. Muharrina Harahap dari Universitas Negeri Medan. Fokus utama tim ini adalah menggali kekayaan tradisi lisan, Sejarah lisan, dan tinggalan budaya serta keterkaitannya dengan warisan budaya yang ada di wilayah Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.
Riset ini merupakan kolaborasi dari berbagai institusi perguruan tinggi di Sumatera Utara dan Balai Bahasa Sumatera Utara. Anggota tim terdiri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yakni Dra. Atisah, Dra. Erli Yetti, Ninawati Syahrul, M.Pd., Agus Iswanto, M. Hum., dan Harits Fadly, Lc., M.A. Kemudian, juga melibatkan beberapa dosen, yakni Ricu Sidiq, S.Pd., M. Pd. (Unimed), Dra. Nurhayati Harahap, M. Hum. (USU), Dr. Rosliani, S.S., M. Hum. (BBSU) dan Khairul Anam, S.Pd., M.Pd. (UMSU), serta 5 mahasiswa dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS Unimed, yaitu: Sultan Rasyid Hamonangan Hasibuan, Nila Angita Nasution, Nadila Syafitri Harahap, Mayang Sari Marpaung, dan Muhammad Syahrian Singh.
Riset yang didanai oleh LPDP Kementrian Keuangan Republik Indonesia ini bertujuan untuk menggali ingatan kolektif masyarakat Batak Angkola dan Mandailing yang telah berusia ratusan tahun. Fokus utama di wilayah Padang Lawas mencakup identifikasi tinggalan budaya fisik (tangible) seperti candi-candi kuno dan manuskrip, serta tinggalan tak berwujud (intangible) seperti toponimi (asal-usul nama tempat), bahasa, dan cerita lisan.
Salah satu poin krusial dalam ekspedisi di Padang Lawas dan Padang Lawas Utara ini adalah upaya mencari kekayaan budaya di wilayah Portibi dan Huristak yang kaya akan bukti arkeologis, seperti keberadaan bagas godang di Huristak serta peninggalan candi Hindu-Budha di kawasan Portibi. Selain itu, tim juga telah melakukan ekspedisi dan eksplorasi mulai dari Purba Sinomba, Gunung Tua, Lantosan, Portibi, Sungai Durian hingga Batang Onang. Dilanjutkan ke wilayah Huristak, Binanga, Aek Nabara, Aek Haruaya, Sibuhuan, hingga ke Sosa.
Ketua peneliti yakni Dr. Muharrina Harahap, S.S., M.Hum. mengatakan bahwa riset ini penting dilakukan karena masih banyak rumpang sejarah lisan dan tradisi lisan yang belum terhubung dan berhasil dijawab di wilayah tersebut, Tim peneliti berusaha mengumpulkan dokumentasi yang selama ini hanya tersimpan dalam memori masyarakat lokal. Riset ini dilakukan sejak tanggal 9-19 Januari 2026 di kedua wilayah tersebut. Tim telah menggali informasi dari berbagai sumber, antara lain; para pengetua adat, tokoh masyarakat, praktisi, legislatif, hingga pejabat pemerintah.
Kegiatan yang berlangsung secara bertahap ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan akademis semata. Hasil dari ekspedisi ini nantinya diharapkan sebagai bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara dalam merumuskan kebijakan pelestarian adat, tradisi, dan tinggalan budaya serta pemertahanannya bagi generasi mendatang agar nilai-nilai kearifan lokal tidak punah tergerus zaman.(Humas Unimed)
