Skip links

Bangun Generasi Investor Cerdas, DJPPR Kemenkeu dan LPS Kolaborasi dengan FE UNIMED

Di tengah kebutuhan generasi muda untuk memahami dinamika ekonomi dan mengambil keputusan finansial secara bijak, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) beserta Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (FE UNIMED) menyelenggarakan Edusos Literasi Keuangan Syariah dan Penjaminan Simpanan.

Kegiatan yang diadakan di Aula Digilib pada Kamis, 12/2/2026 mengangkat tema ”Mengenal SBSN dan LPS Investasi Syariah Aman, Keuangan Makin Tangguh” dan menghadirkan narasumber Deni Ridwan, Ph.D. selaku Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu dan Muhammad Yusron selaku Kepala Kantor Perwakilan LPS I.

Dalam sambutanya Dekan FE Unimed yang diwakili Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FE UNIMED Akmal Huda Nasution, S.E., M.Si. menyampaikan terima kasih kepada DJPPR yang telah memilih FE UNIMED sebagai tempat untuk membagi ilmu dan pengalaman.

”Pemahaman investasi negara dan mekanisme penjaminan sangat dibutuhkan mahasiswa yang ingin melakukan investasi di masa mudanya serta dengan kegiatan ini juga diharap dapat menambah perspektif dosen yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas,” ujar Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FE UNIMED.

Direktur Pembiayaan Syariah, Deni Ridwan sebagai narasumber memberikan pemahaman mengenai perencanaan keuangan pribadi, pentingnya menabung dan berinvestasi sejak dini, serta pengenalan instrumen investasi syariah seperti SBSN. Mahasiswa diajak untuk membangun perilaku finansial yang sehat, disiplin, dan berorientasi jangka panjang.

”Sebelum memulai investasi ada 5 hal yang pertama kali harus kita lakukan yakni memiliki arus kas positif, tidak mempunyai utang konsumtif, punya dana darurat, punya asuransi terutama kesehatan dan punya tujuan finansial yang jelas. Setelah 5 hal tersebut sudah kita lakukan maka selanjutnya kita memilih investasi yang sesuai dengan tujuan finansial dan jangka waktu investasi,” jelas Deni.

Muhammad Yusron senada dengan Deni Ridwan mengatakan sebelum investasi harus mempersiapkan dana darurat yang disimpan di Bank dijamin LPS kemudian tentukan tujuan keuangan, kenali profil risiko sebelum memilih instrumen dan diversifikasikan portofolio. ”Investor cerdas bukan hanya mengejar return tetapi juga mengelola resiko investasi tersebut,” tutup Yusron.

Di akhir acara dilakukan penandatanganan Implementation Aggrement (IA) antara FE UNIMED dengan DJPPR Kemenkeu dan LPS.(Humas Unimed/zr)