Skip links

Inovasi dari Kampus: Dosen dan Mahasiswa UNIMED Bawa Harapan Baru bagi Pembudidaya Ikan di Batang Kuis

Batang Kuis, 25 Juli 2025 — Dalam semangat membangun Negeri dari desa, tim Dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) hadir memberi solusi nyata bagi kelompok budidaya ikan di Desa Baru Dusun 2, Kecamatan Batang Kuis. Melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Pendapatan Kelompok Budidaya Ikan melalui Inovasi Pakan Alami dan Teknologi Pemeliharaan Modern”, para akademisi ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan tak hanya hidup di ruang kelas — tapi juga berdampak langsung di kolam-kolam kehidupan warga.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat 25 Juli 2025 ini menyatukan semangat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Di tengah tantangan tingginya harga pakan ikan dan keterbatasan teknologi budidaya, tim pengabdian memperkenalkan dua solusi unggulan: pembuatan pakan alami berbasis maggot dan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pencacah dan mesin pelet. Tak sekadar memberi alat, mereka juga melakukan pelatihan intensif tentang cara budidaya maggot, pemanfaatan mesin, hingga manajemen kolam yang efisien. Program ini yang diketuai oleh Ir. Binsar Maruli Tua Pakpahan, S.T., M.Eng., dan beranggotakan  Shofia Lubis, M.Pd., Drs. Robert Silaban, M.Pd., dan Dr. Ir. Riski Elpari Siregar, M.T.. Kegiatan ini juga didukung oleh 5 orang mahasiswa mahasiswa UNIMED yang terlibat aktif dalam proses pembuatan mesin TTG.

“Kami tidak pernah membayangkan akan bisa membuat pakan sendiri. Ini sangat membantu usaha kami agar lebih mandiri dan hemat biaya,” ungkap Bapak Ardiansyah, Ketua Kelompok Budidaya Ikan. Warga yang sebelumnya hanya mengandalkan pakan pabrik, kini mampu menghasilkan pakan berkualitas tinggi secara mandiri, dengan bahan baku dari lingkungan sekitar.

Dampak kegiatan ini sangat terasa: biaya operasional turun drastis, produktivitas ikan meningkat, dan semangat masyarakat untuk berinovasi pun tumbuh. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi mahasiswa untuk belajar langsung menyelesaikan masalah riil masyarakat.

“Inilah makna sejati dari Tri Dharma Perguruan Tinggi — ketika ilmu bertemu kebutuhan masyarakat, dan lahir solusi yang membumi,” ujar Ir. Binsar Maruli Tua Pakpahan, M.Eng., ketua tim pengabdian dari Fakultas Teknik UNIMED.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Deli serdang dan kelompok tani setempat. “Saya sangat berterima kasih kepada Tim Dosen UNIMED yang telah membantu Masyarakat saya dalam budidaya ikan”, ujar dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD. Bupati Deli Serdang.

Dengan semangat inovasi dan pengabdian, tim UNIMED telah menanam benih perubahan — bahwa dari desa, harapan bisa tumbuh, dan dari kampus, solusi bisa menjelma nyata.(Humas Unimed)