Skip links

Tim PKM-KI Wearable Teach Assistance Lolos ke PIMNAS ke-38 di Universitas Hasanuddin

Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi, tim mahasiswa Unimed dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38. PIMNAS ke-38 akan digelar pada 23–28 November 2025 di Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi unggulan mereka.

Tahun ini, sebanyak 33.039 judul PKM dinyatakan lolos verifikasi ke Belmawa, termasuk 817 judul dari skema PKM-KI. Dari jumlah tersebut, 1.590 judul berhasil lolos pendanaan PKM 2025, dengan 37 di antaranya berasal dari skema PKM-KI. Setelah melalui tahap evaluasi dan penilaian, 420 tim dinyatakan melaju ke PIMNAS ke-38, dan 21 di antaranya merupakan tim dari skema PKM-KI.

Salah satu tim yang berhasil mengharumkan nama Universitas Negeri Medan adalah Tim PKM-KI “Wearable Teach Assistance” dengan judul PKM “Wearable Teach Assistance: Pengirim Brainwaves Dalam Memonitor Respon Pelajar Down Syndrome Saat Pembelajaran Menggunakan Electroencephalography (EEG)”. Tim ini diketuai oleh Fransisco Dinata Siregar dari Program Studi Pendidikan Matematika Bilingual, dengan anggota Raffi Hidayat (Pendidikan TIK), M. Refi Firmah (Pendidikan Teknik Elektro), Adrian Daulay (Fisika), dan Jenneri Arbinto Toraja Sitepu (Pendidikan Luar Sekolah), Dengan Dosen Pendamping Bapak Tri Andri Hutapea, S.Si., M.Sc.

Inovasi Wearable Teach Assistance berfungsi sebagai perangkat pemantau aktivitas otak berbasis teknologi EEG yang digunakan untuk mendeteksi tingkat fokus, relaksasi, dan stres pelajar secara real-time. Melalui data yang ditampilkan pada aplikasi pendukung, alat ini membantu guru memahami kondisi kognitif siswa, terutama pelajar Down Syndrome, sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan individu.

Ketua tim, Fransisco Dinata Siregar, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama Unimed ke ajang PIMNAS. Selama proses pelaksanaan PKM, tim kami selalu semangat dan saling mendukung, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi. Semoga di PIMNAS nanti kami bisa memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali emas untuk Universitas Negeri Medan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Keberhasilan Tim PKM-KI Wearable Teach Assistance ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Negeri Medan terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan mengembangkan potensi akademik yang bermanfaat bagi masyarakat. Pencapaian ini juga sejalan dengan visi Unimed sebagai universitas unggul di tingkat nasional dan internasional yang berwawasan pendidikan, teknologi, dan kemanusiaan.(Humas Unimed)