Close

" The Character Building University "

Mahasiswa Unimed Ciptakan Peredam Panas Pada Dinding

Medan – Kreativitas mahasiswa Unimed terus berkembang, inovasi demi inovasi terus menerus dihasilkan dan ciptakan oleh mahasiswa. Prestasi membangakan ini menjadi bukti dampak dari penerapan kurikulum berbasis KKNI, karena proses perkuliahan di kelas telah berhasil menghasilkan mahasiswa yang berkarakter, kreatif dan memiliki semangat untuk berkarya.  Kreativitas dan karya mahasiswa ini dibuktikan dengan lolosnya salah satu tim PKM mahasiswa Unimed meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2018 dari Kemenristekdikti, dengan skim PKM Penelitian.

Tim tersebut memanfaatkan eceng gondok yang diubah menjadi serat, lalu dibuat menjadi komposit yang digunakan sebagai peredam panas pada dinding. Tim PKM yang telah menghasilkan karya ini terdiri dari tiga mahasiswa yang diketuai oleh M Rahmatullah Amin dan beranggotakan Sefri Wahyu Fernando Gultom dan Fitrisia Krisa Bella Gultom yang berasal dari Fakultas Teknik dan FMIPA UNIMED, dengan arahan dan bimbingan Dr. Ir. Putri Lynna A.Luthan, M.Sc.,IPM.

Rahmatullah selalu ketua tim mengatakan penelitian ini dilakukan karena kepedulian daerah persawahan yang ditumbuhi banyak eceng gondok dan adanya permasalahan masyarakat yang selalu kepanasan saat dirumah karena dekat dengan lautan. “kami menggunakan serat eceng gondok sebagai bahan baku peredam panas dikarenakan serat eceng gondok mengandung protein kasar 13.03%, serat kasar 20.6%, lemak 1.1%, abu 23.8% dan sisanya berupa vortex yang mengandung polisakarida dan mineral-mineral. Dan hasil pengujian Differential Thermal Analysis (DTA) pada temperatur endoterm, bahan serat eceng gondok mampu menyerap panas ” ujar Ketua Tim kepada Humas Unimed,(12/08).

Dr. Putri Lynna, selaku dosen pendamping merasa salut dan bangganya atas kerja keras dan pantang mundur dalam mencoba dan mencoba dari beberapa kali melakukan observasi terhadap bahan dasar tersebut. Berkat kegigihan tim PKM mahasiswa ini, telah berhasil menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi dunia industri dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Berdasarkan hasil pengujian dengan memberikan sumber panas lampu bohlam 40 Watt pada media dalam waktu 15 menit didapatkan bahwa suhu akhir media 1 dengan tanpa tambahan serat eceng gondok adalah 32,5oC, suhu akhir media 2 dengan tambahan 100gr serat eceng gondok adalah 32,2oC, dan suhu akhir Media 3 dengan tambahan 150 gr serat eceng gondok adalah 31,7oC.

Hasil ini menunjukkan bahwa suhu panas yang terlepas dan tidak dapat diredam komposit pada Media 3 hanya 0,5oC dan pada Media 2 hanya 1oC. Berbeda dengan komposit media 1 tanpa tambahan serat eceng gondok yang melepas panas sebesar 1,3oC. Hal ini menunjukkan bahwa produk ini layak digunakan karena komposit dengan tambahan serat eceng gondok dapat meredam panas dan hanya melepaskan panas lebih sedikit dibandingankan komposit tanpa tambahan serat eceng gondok sehingga ruangan akan menjadi lebih dingin ketika diberi tambahan serat eceng gondok. (Humas Unimed)

0 Comments

Comments are closed

X